Dosen Perbankan Syariah Gelar PKM Penguatan Integritas Gen Z di Pesantren Multazam Bogor

Bogor – Dosen Program Studi Perbankan Syariah Institut Asy-Syukriyyah, Dr. Muhammad Nurul Alim, melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertema “Penguatan Integritas Gen Z: Integrasi Iman dan Akhlak dalam Muamalah” di Pondok Pesantren Tahfidz dan Ekonomi Islam (TEI) Multazam Rumpin, tepatnya di Jl. Kp. Parigi, RT.04/RW.06, Sukamulya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Acara dilaksanakan pada hari Kamis, 16 April 2026, diikuti oleh siswa kelas 12 yang akan segera menyelesaikan studi dan terjun ke tengah masyarakat.

Acara PKM dibuka dengan sambutan dari pimpinan pondok, K.H. Muhammad Jamhuri, Lc, MA yang menekankan pentingnya pembekalan bagi para santri sebelum memasuki kehidupan sosial yang lebih luas. Beliau berharap kegiatan PKM ini mampu memperkuat karakter santri agar tetap berpegang pada nilai-nilai Islam di tengah arus globalisasi.

Dalam pemaparannya, Dr. Nurul Alim menjelaskan bahwa generasi Z (Gen Z) merupakan generasi yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012 dan tumbuh sebagai digital native, yakni generasi yang sejak kecil telah akrab dengan teknologi seperti internet, smartphone, dan media sosial. Hal ini menjadikan Gen Z sebagai generasi yang kreatif dan adaptif, namun juga rentan terhadap berbagai tantangan digital.

Ia menyoroti pergeseran pola interaksi sosial dan ekonomi di era digital, di mana interaksi tatap muka kini banyak beralih ke ruang virtual, serta aktivitas ekonomi semakin didominasi oleh e-commerce dan transaksi non-tunai. Menurutnya, kondisi ini menghadirkan peluang besar sekaligus tantangan serius, terutama dalam aspek integritas dan etika. “Tanpa pondasi iman dan akhlak, kemajuan teknologi justru bisa menjadi pintu masuk berbagai penyimpangan, seperti penipuan online, manipulasi informasi, hingga hilangnya kejujuran dalam transaksi,” jelasnya.

Materi PKM juga mengangkat fenomena perilaku Gen Z di dunia digital, seperti Fear of Missing Out (FOMO) yang mendorong gaya hidup konsumtif, serta ghosting yang mencerminkan lemahnya tanggung jawab dalam komunikasi dan komitmen muamalah. Sebagai solusi, Dr. Nurul Alim menegaskan pentingnya membangun integritas berbasis iman melalui nilai-nilai utama Islam, seperti ṣidq (kejujuran), amanah (tanggung jawab), dan ihsan (kesadaran bahwa Allah selalu mengawasi). Ia juga mengutip QS. At-Taubah ayat 119 dan QS. Az-Zalzalah ayat 7–8 sebagai landasan teologis pentingnya kejujuran dan tanggung jawab dalam setiap aktivitas, termasuk di dunia digital.

Kegiatan PKM ini ditutup dengan pesan reflektif bahwa teknologi hanyalah alat, sedangkan iman merupakan kendali utama dalam kehidupan. “Menjadi modern itu pilihan, tetapi menjadi jujur dan berakhlak adalah kewajiban,” pungkasnya. Melalui kegiatan ini, diharapkan para santri mampu menjadi generasi yang tidak hanya unggul dalam teknologi, tetapi juga memiliki integritas kuat dalam setiap aspek kehidupan, khususnya dalam praktik muamalah di era digital (NA 160426).

Bagikan
Scroll to Top