
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di SMA Islam An Nuqthah pada Sabtu, 25 April 2026. Tim pelaksana menyelenggarakan program literasi internalisasi karakter di lingkungan sekolah. Narasumber pertama dari Institut Asy-syukriyyah yaitu Dr. Destiani Rahmawati, M.Pd menyampaikan materi utama kepada peserta di aula sekolah. Kolaborasi Narasumber kedua dari Universitas Setyagama yaitu Dewi Tri Komalasari, S.Ak., M.M menjelaskan penguatan karakter kepada siswa secara sistematis. Kepala sekolah Bapak Hibar Firdaus, M.Pd membuka kegiatan secara resmi di hadapan peserta. Panitia mengatur jalannya kegiatan secara tertib selama acara berlangsung. Siswa mengikuti kegiatan pembelajaran secara aktif di ruang aula. Guru mendampingi siswa selama kegiatan berlangsung di sekolah. Dokumentasi mencatat seluruh rangkaian kegiatan sebagai arsip institusi. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi karakter siswa di sekolah.
Kegiatan pengabdian di SMA Islam An Nuqthah telah diikuti sebanyak lima puluh siswa. Para siswa menerima materi literasi karakter dari narasumber secara langsung di kelas. Siswa mencatat poin penting selama pemaparan materi di buku catatan. Siswa berdiskusi tentang nilai karakter dalam kelompok kecil di ruangan. Fasilitator membimbing siswa selama proses diskusi berlangsung di kelas. Siswa menyampaikan hasil diskusi kepada peserta lain di depan kelas. Narasumber memberikan umpan balik terhadap presentasi siswa di forum. Guru mengawasi aktivitas siswa selama kegiatan berlangsung di sekolah. Panitia mengontrol partisipasi siswa selama kegiatan berjalan. Evaluator mencatat keaktifan siswa selama kegiatan berlangsung di lokasi.
Materi pertama membahas konsep literasi karakter dalam konteks pendidikan di sekolah. Materi kedua menjelaskan implementasi karakter mandiri dalam kehidupan siswa sehari-hari. Narasumber mengaitkan teori literasi dengan praktik nyata di lingkungan sekolah. Siswa memahami pentingnya disiplin dalam aktivitas belajar di kelas. Siswa memahami pentingnya tanggung jawab dalam tugas akademik di sekolah. Narasumber menjelaskan strategi penguatan karakter melalui kegiatan literasi. Peserta mengidentifikasi perilaku mandiri dalam aktivitas harian di sekolah. Fasilitator memberikan contoh konkret perilaku karakter dalam kehidupan nyata. Siswa mencatat strategi pengembangan karakter dalam buku kerja mereka. Guru mengarahkan siswa untuk menerapkan nilai karakter dalam aktivitas sekolah.
Kegiatan ini menghasilkan peningkatan pemahaman siswa tentang karakter mandiri di sekolah. Siswa menunjukkan sikap aktif selama kegiatan berlangsung di ruang aula. Siswa menunjukkan kemampuan komunikasi selama sesi diskusi kelompok di kelas. Narasumber menilai partisipasi siswa sebagai indikator keberhasilan kegiatan di lokasi. Guru mengamati perubahan sikap siswa selama kegiatan berlangsung di sekolah. Panitia mengevaluasi pelaksanaan kegiatan berdasarkan indikator akademik yang ditetapkan. Tim pelaksana mencatat hasil kegiatan sebagai laporan resmi institusi pendidikan. Kegiatan ini memperkuat kolaborasi antara dosen dan sekolah dalam pengabdian masyarakat. Siswa memperoleh pengalaman belajar kontekstual selama kegiatan berlangsung di sekolah. Sekolah memperoleh manfaat dari kegiatan literasi karakter yang dilaksanakan di lokasi.
Kegiatan pengabdian ini memberikan kontribusi terhadap penguatan karakter siswa secara akademik. Program ini mendukung implementasi pendidikan karakter dalam kurikulum sekolah. Tim dosen mengembangkan model literasi karakter berbasis praktik di sekolah. Mahasiswa memperoleh pengalaman lapangan melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan. Sekolah meningkatkan kualitas pembelajaran melalui integrasi literasi karakter di kelas. Kepala sekolah mendukung keberlanjutan program serupa pada periode berikutnya. Panitia merencanakan tindak lanjut kegiatan dalam bentuk program lanjutan di sekolah. Siswa diharapkan menerapkan nilai karakter mandiri dalam kehidupan sehari-hari. Laporan kegiatan menjadi referensi untuk pengembangan program pengabdian berikutnya. Kegiatan ini memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam pendidikan karakter.



