Institut Asy-Syukriyyah Gelar Seminar Parenting Islami di Majelis Ta’lim Al-Hasan Cicalengka, Bandung

Bandung, 26 Juni 2026 – Dalam upaya memperkuat peran keluarga sebagai fondasi utama pembentukan karakter generasi muda dan orang tua, dosen Institut Asy-Syukriyyah Tangerang melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berupa seminar parenting bertajuk “Belajar Parenting dari Sang Jenderal” di Majelis Ta’lim Al-Hasan, Perum Bumi Panenjoan, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 30 peserta yang terdiri atas ibu-ibu majelis ta’lim beserta anak-anak mereka.

Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 26 Juni 2026 pukul 16.00–17.30 WIB tersebut merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, sivitas akademika Institut Asy-Syukriyyah berupaya mentransformasikan nilai-nilai pendidikan keluarga yang terkandung dalam konsep parenting Jenderal TNI (Purn.) H. Try Sutrisno menjadi panduan praktis yang dapat diterapkan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam pemaparannya, Muhammad Iqbal sebagai Dosen Institut Asy-Syukriyyah sekaligus narasumber menjelaskan bahwa keluarga merupakan al-madrasah al-ula atau sekolah pertama bagi seorang anak. Di dalam keluarga, nilai-nilai moral, spiritual, dan karakter ditanamkan sejak dini sebagai bekal menghadapi tantangan kehidupan. Namun demikian, perkembangan teknologi dan perubahan sosial dewasa ini menghadirkan berbagai tantangan baru, seperti kecanduan gawai, berkurangnya interaksi keluarga, krisis sopan santun, serta menurunnya penghormatan anak kepada orang tua. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius para orang tua yang tergabung dalam Majelis Ta’lim Al-Hasan.

Berangkat dari realitas tersebut, kegiatan PKM ini menghadirkan konsep pengasuhan yang terinspirasi dari filosofi parenting Jenderal TNI (Purn.) H. Try Sutrisno. Konsep tersebut menekankan pentingnya keteladanan orang tua (uswah hasanah), kedisiplinan yang konsisten, kesederhanaan hidup, integritas moral, serta penguatan spiritualitas Islam dalam membentuk karakter anak. Menurut konsep ini, keberhasilan pendidikan anak tidak semata-mata ditentukan oleh kecukupan materi, tetapi lebih ditentukan oleh kualitas keteladanan yang ditunjukkan orang tua dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam sesi materi, peserta diperkenalkan dengan berbagai nilai pengasuhan yang diwariskan oleh Jenderal Try Sutrisno kepada anak-anaknya. Nilai-nilai tersebut antara lain menjadikan rumah sebagai madrasah pertama, membiasakan ibadah berjamaah, menanamkan kecintaan kepada Al-Qur’an, membangun kedisiplinan melalui keteladanan, membiasakan hidup sederhana, mengajarkan penghormatan kepada semua manusia tanpa memandang status sosial, menumbuhkan budaya menabung dan berbagi, serta menanamkan integritas dan amanah dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu pesan utama yang mendapat perhatian peserta adalah pentingnya mengembalikan fungsi rumah sebagai pusat pendidikan karakter. Orang tua tidak dapat sepenuhnya menyerahkan tanggung jawab pendidikan moral kepada sekolah maupun teknologi digital. Sebaliknya, orang tua harus hadir sebagai figur utama yang memberikan contoh nyata dalam perilaku, ibadah, kejujuran, dan tanggung jawab. Anak-anak cenderung belajar melalui apa yang mereka lihat setiap hari dibandingkan dengan apa yang hanya mereka dengar dari nasihat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para jamaah Majelis Ta’lim Al-Hasan mampu mengimplementasikan pola pengasuhan yang berorientasi pada pembentukan akhlak mulia, kedisiplinan, dan spiritualitas yang kuat. Program ini juga menjadi wujud nyata kontribusi akademisi dalam menjawab berbagai persoalan sosial yang berkembang di masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan keluarga dan penguatan karakter generasi muda.

Bagikan
Scroll to Top