Pada prinsipnya nasib kita tergantung pada diri kita, namun jika Allah menghendaki hal lain maka kita pun tidak bisa berbuat apa-apa. Ini cerminan dari ayat 11 surat Ar-Ra’d.

Hal ini pula yg terjadi pada kami di masa mudik lebaran tahun ini, awalnya kami mau mudik lebih awal sebelum tanggal 6 Mei 2021, sekaligus melakukan tugas Tri Dharma perguruan tinggi yaitu PKM Dosen STAI Asy-Syukriyyah Tangerang di Kampung halaman dimana tempat kami dilahirkan yaitu di Tamanan Prenduan Sumenep Madura, namun apalah daya Allah menghendaki hal lain sehingga larangan mudik dimajukan ke tanggal 22 April, lalu apakah harus putus asa untuk mudik dan melakukan kegiatan PKM.? Ooh tidak.. Banyak jalan menuju roma, jika ada keinginan pasti ada jalan, tapi.. Sebagai umat muslim harus mengerti dan faham bahwa وأولي الأمر منكم itu adalah prilaku beragama, terlepas dari kepentingan dan motivasi pemerintahan saat ini. Oleh karna itu, walau ada larangan mudik tapi aktivitas sosial dan kegiatan PKM tetap berjalan walaupun tidak sesuai dengan rencana awal, yang pada akhirnya kami melaksanakan di tempat kelahiran anak kami.

. الناس بالتدبير والله بالتقرير..

Semoga kita tetap selalu semangat untuk berkhidmat di mana pun kita berada, dan semoga di bulan suci Ramadhan ini kita menjadi hamba Allah yang Muttaqien. Aameen

Wallahu A’lam..